HARGA PENJUALAN
Tabel 1.1
Harga Komoditi Kakao Tahun 2010 dan 2011 di Kabupaten
Morowali
Tahun
|
Harga (Kg)
|
Pendapatan (Kg)
|
Januari
|
17.000
|
115
|
Februari
|
18.000
|
110
|
Maret
|
17.000
|
120
|
April
|
19.000
|
100
|
Mei
|
18.000
|
112
|
Juni
|
19.000
|
98
|
Juli
|
17.000
|
120
|
Agustus
|
17.000
|
125
|
September
|
18.000
|
117
|
Oktober
|
17.000
|
110
|
November
|
18.000
|
100
|
Desember
|
19.000
|
96
|
Januari
|
19.000
|
100
|
Februari
|
18.000
|
105
|
Maret
|
19.000
|
100
|
April
|
17.000
|
103
|
Mei
|
18.000
|
109
|
Juni
|
17.000
|
117
|
Juli
|
17.000
|
120
|
Agustus
|
17.000
|
113
|
September
|
18.000
|
100
|
Oktober
|
17.000
|
125
|
November
|
18.000
|
110
|
Desember
|
19.000
|
100
|
Sumber : Primer
Salah satu komoditi perkebunanan
unggulan Kabupaten Morowali adalah kakako. dimana keempatbelas kecamatan yang berada
di Kabupaten Morowali semuanya memiliki perkebunan kakao yang dikekola oleh
masyarakat atau perkebunan rakyat. Dari Tabel 1.2., terlihat bahwa rata-rata
kecamatan di Kabupaten Morowali pada tahun 2010 memiliki perkebunan kakao
seluas 1.169 Ha dengan produksi 457,59 ton. Setiap kecamatan memiliki luas perkebunan
kakao yang berbeda-beda, demikian juga dengan hasil produksi dan produktivitasnya.
Banyak hal yang dapat mempengaruhi produksi dan produktivitas dari perkebunan
kakao diantaranya perbedaan tingkat kesuburan tanah, perbedaan umur tanaman
kakao (belum menghasilkan, menghasilkan dan tidak menghasilkan atau rusak),
serangan hama dan perubahan iklim. Perkebunan kakao terluas bereda di Kecamatan
Bungku Tengah yaitu 2.008 Ha atau 13,22% dari total luas perkebunan kakao
Morowali tahun 2010, berikut kecamatan Mori Atas 1.925 Ha (12,67%) sebelum
pemekaran Kecamatan, dan Kecamatan Petasia 1.901 Ha (12,51%).
Kecamatan yang memiliki luas
perkebunan kakao paling sedikit adalah Kecamatan Menui Kepulauan yaitu 159 Ha
atau hanya 1,05% dari luas perkebunan kakao Kabupaten Morowali. Produksi
terbesar pada tahun 2010 berasal dari Kecamatan Petasia sebesar 821,80 Ton atau
menyumbang 13,81% total produksi kakao Kabupaten Morowali, berikut Kecamatan
Bungku Selatan dengan produksi 672,80 ton (11,31%). Kecamatan yang
kontribusinya paling sedikit adalah Kecamatan Mamosalato (0,34%) dan Menui
Kepulauan (0,32%). Produktivitas perkebunan kakao di tingkat Kecamatan pada
tahun 2010 cukup bervariasi dengan 391,57 kg/Ha. Banyaknya masalah seperti
keterbatasan biaya produksi, perubahan iklim, penyakit dan hama yang dihadapi
petani dalam pengolahan perkebunan kakao di berbagai Kecamatan di Kabupaten
Morowali membuat produktivitas perkebunan pun bervariasi. Walaupun satu
Kecamatan 20 memiliki perkebunan kakao yang lebih luas, tetapi jika
dibandingkan dengan kecamatan lain produktivitas Kecamatan tersebut justru
lebih renda. Kecamatan Bungku Utara yang luas perkebunanya mecapai 2.008 Ha,
tingkat produktivitasnya hanya 318,23 kg/Ha. Demikian juga dengan Kecamatan
Mori Atas yang produktivitasnya hanya 309,61 kg/Ha dengan luas areal perkebunan
1.925 Ha. Lain halnya dengan Kecamatan Bungku Selatan yang memiliki luas
perkebunan 1.043 Ha atau hampir seribu hektar lebih sedikit dari Kecamatan
Bungku Utara dan Mori Atas justru produktivitasnya dua kali lebih besar dari
kedua kecamatan tersebut yakni 645,06 kg/Ha.
Dari semua Kecamatan yang ada di
Kabupaten Morowali, Kecamatan yang memiliki produktivitas perkebunan kakao
paling tinggi adalah Kecamatan Bungku Utara yaitu 1.066,18 kg/Ha dengan lahan
perkebunan hanya 408 Ha. Sedangkan Kecamatan dengan produktivitas perkebunan
kakao terendah adalah Kecamatan Mamosalato dengan luas perkebunan 357 Ha dan produktivitasnya
hanya 56,02 kg/Ha. Secara keseluruhan pada tahun 2010, produktivitas perkebunan
kakao Kabupaten Morowali yang rata-rata 391,57 kg/Hamasih lebih rendah jika
dibandingkan dengan produktivitas perkebunan kakao Sulawesi Tengah yaitu 832,51
kg/Ha. Produksi atau hasil dari suatu usaha pertanian dalam hal ini produksi
komoditi kakao, akan dijadikan sebagai suatu patokan apakah komoditi kakao
memiliki potensi untuk diusahakan dan dikembangkan sebagai komoditi unggulan di
Kabupaten Morowali. Secara keseluruhan luas dan produksi perkebunan kakao Kabupaten
Morowali dari tahun 2008- 2011 dapat dilihat pada Tabel 1.2
Tabel 1.2
Luas, Produksi dan Produktivitas Tanaman Perkebunan
Kakao
Kabupaten Morowali Tahun 2008-2011
Tahun
|
Luas (Ha)
|
Produksi biji kakao kering (ton)
|
Produktivitas (Kg/Ha)
|
2008
|
11.742
|
5489.09
|
467.47
|
2009
|
11.81
|
5535.16
|
468.68
|
2010
|
13.84
|
6383.79
|
461.26
|
2011
|
15.192
|
5948.7
|
391.56
|
Rata-rata
|
13.146
|
5,839.16
|
447.25
|
Sumber: BPS Kabupaten Morowali
Komentar
Posting Komentar